Sabtu, 12 Januari 2019

Umroh Plus Turki

So, here I am..

Kembali ke blog yang udah gw tinggalin lebih dari 2 tahun.

Berawal dari rencana nekat gw untuk umroh sendiri tanpa teman, saudara, dan orang tua. Yang pada awalnya gw pikir ini akan berakhir seperti perjalanan solo traveling ke luar negeri yang seperti biasanya. Mulai lah gw mencari tour travel yang murah tapi terpercaya. Atas saran teman dan hasil browsing sendiri akhirnya gw memilih untuk bernagkat umroh menggunakan Dago Wisata Tour and Travel di Bandung, kota tempat gw tinggal. Gw dateng langsung ke kantornya di Jl. Puter (ini bukan endorse ya, lagian siapa gw.. tsk) dan sedikit bertanya-tanya sama salah satu mbak nya.
Pertanyaan terbesar gw saat itu adalah bolehkan gw misah sendiri saat di Turki nanti?
Ah ternyata ga boleh.
Ternyata ga pernah ada yang bertanya seperti itu sebelumnya.
Dan ternyata memang ga pernah ada yang berniat seperti itu selain gw.
Ok, fine.
Niat solo traveling di Turki terpaksa dibatalkan, dan pasrah mengikuti paket tur yang sudah diatur pihak travel.
*ku tak berdaya*
Gw mendaftar akhir Oktober 2018 tadinya ingin mengambil paket perjalanan untuk akhir November 2018, tapi taunya sudah penuh. Setelah banding-bandingin harga dan tanggal perjalanan akhirnya gw memutuskan untuk mengambil paket keberangkatan 1 Januari 2019.
Hampir selama sebulan belum nyiapin apa-apa, belum juga ngasih tau orang lain tentang rencana ini selain orang tua dan kakak gw satu-satunya.
Biasanya kalau mau berangkat traveling gw team yang well-prepared. Browsing destinasi, browsing tarif tempat wisata, browsing makanan khas tempat tujuan, sampai apa-apa saja yang perlu dibawa untuk mengantisipasi cuaca dan kondisi medan perang. Cuma karena kali ini gw pake travel jadi agak lebih santai persiapannya. Cuma browsing cuaca saat gw tiba di tujuan dan beberapa barang yang bakal dibutuhkan ketika perjalanan umroh.
Soal persiapan umroh sayang banget jarang ada postingan yang membahas detail-detail apa saja yang harus dipersiapkan, alhasil koper gw setengah kosong karena banyak barang-barang yang miss dan kelupaan dibawa. So, mungkin kalau ada orang yang sedang persiapan umroh dan nyasar sampai ke blog gw ini semoga inti-inti sarinya bisa membantu ya.

Destinasi pertama, Turki, dan hanya 1 hari (2 Januari 2019)
Hasil browsing cuaca di sana nanti adalah winter, below 10 degree celcius. Jadi yaa persiapan gw cuma long john, coat tebel, dan topi, karena ada itinerary menyebrangi Selat Bosphorus.
Turki adalah salah satu destinasi impian gw, banyak banget tempat yang pengen didatengin, makanan/minuman yang pengen dicoba, sampai kepengen nyobain naik tram yang melintas di tengah kota Istanbul. Sayangnya itinerary dari pihak travel kurang memuaskan dahaga.

Yang memuaskan:
Mengunjungi Museum Panorama 1453 Turki
Mencoba simit

Yang kurang memuaskan:
Hanya bisa melihat tram di tengah kota Istanbul, dekat wisata Hagia Sophia
Ga masuk ke Hagia Sophia karena tidak termasuk itinerary
Masuk ke Blue Mosque tapi sedang direnovasi
Ga nyobain Ayran, minuman yoghurt khas Turki.
Ga nyobain kebab Turki, walaupun disini banyak tapi kan tetep aja pengen nyoba aslinya :(
Ga nyobain es krim khas Turki soalnya cuaca dingin banget, 6 derajat celcius cuy!

Tuh kan, kebanyakan ga puasnya. Sisa lira yang gw ambil dari atm di Bandar Udara Internasional Istanbul Ataturk tetap gw simpen karena someday bakal kesana lagi. Harus!

(ini salah satu atm yang bisa kamu pakai untuk tarik tunai mata uang Lira dari tabungan kamu, rate nya bisa lebih bagus dari money changer)
Dan ini bakal jadi salah satu senjata gw kalau lain kali bepergian ke luar negeri, tarik tunai di atm tujuan. Mayan irit jadinya ;D

Madinah (3-5 Januari 2019)
Pilgrimage pun dimulai.
Sangat di luar perkiraan ternyata kota Madinah itu bagus banget, cuacanya, tata kotanya, tempat wisatanya, masjid-masjidnya. Ku jatuh cinta sama Masjid Nabawi, cantiiiikkkkk banget!

(Kubah hijau itu adalah lokasi makam Rasulullah)

Dan selain masjid Nabawi, gw juga berkunjung ke Masjid Quba, disini banyak banget burung-burungnya gw bisa main kejar-kejaran ala-ala di Eropa, ahahaha :D


Cuaca di Madinah saat gw datang berkisar di 12-16 derajat celcius, jadi coat anget dan long john bisa dipake lagi disini saat solat subuh karena anginnya kerasa banget dingin kalau gapake coat (pengalaman pribadi gaes), masker muka juga sedikit membantu terutama buat kamu-kamu yang hidungnya suka terasa sakit kalau kedinginan. Tapi kalau siang anginnya cukup bersahabat, cukup pakai syal aja bisa bikin badan terasa agak hangat kok.
Untuk yang mau mulai beli oleh-oleh bisa cari di pasar tumpah sekitar Masjid Nabawi, kalau pintar-pintar pilih harga bisa kok dapet cokelat Arab yang murah (sekitar 10 real/kg) atau kurma 15 real/kg. Tapi berhubung gw ga nemu atm (yak lagi-lagi gw mengandalkan atm untuk tarik tunai real) jadi disini belum bisa belanja. Syedih deh :'(


Makkah (5-9 Januari 2019)
Perjalanan dari Madinah menuju Makkah ditempuh dengan bis sekitar 5-6 jam, di tengah-tengah perjalanan sempat berhenti 2 kali untuk mengambil Miqot di Bir Ali (untuk pria sekalian berganti pakaian ihrom) dan istirahat di rest area siapa tau ada yang nahan pipis selama perjalanan. Sampai di Makkah sekitar jam 10 malam. Setelah istirahat sebentar masuk ke kamar hotel dan makan malam langsung memulai umroh pertama.


So.. jangan kelupaan untuk umroh pertama ini dikarenakan kondisi Kabah yang ga pernah sepi, disarankan untuk membawa hanya tas kecil saja yang berisi buku doa dan (khusus untuk perempuan) sarung tangan khusus untuk solat, jadi ga ribet bawa dan pakai mukena untuk solat sunat setelah tawaf.


Jangan lupa doa untuk minum air zamzamnya dihapal yaa. Pendek kok, dan rasanya lebih afdol aja minum air zamzam sambil baca doa sambil liat kabah, trust me!


Di Makkah, cuacanya ga sedingin madinah tapi tetap dingin, saat gw disana sekitar 18-19 derajat celsius. Tapi kadang kalau solat subuh gw tetep pake long john biar badan lebih anget. Apalagi buat yang bangun subuhnya setelah adzan awal, dan kebagian tempat solat di luar Masjidil Haram (alhamdulillah gw ga sampai segitunya, :p)


Kayaknya kalau diceritain cuma segitu aja ya, padahal waktu dijalanin mah kayak banyak banget yang kerasa kurang lengkap persiapannya.. ahahaha


Ini benda-benda penting ga penting yang sebaiknya kamu siapin kalau mau umroh di musim (arab) dingin:
- 7 kaos kaki wudlu (biar ga ribet lepas-pake)
- pantyliner sebanyak mungkin (jadi ga perlu pakai celana dalam sekali pakai yang sangat ga enak dipake itu, celana dalam yang kotor bisa kamu cuci di laundry sekitaran Madinah/Makkah, ini bisa ditanya ke pembimbing atau muthowif, atau bisa juga dicuci dan dikeringkan di kamar mandi hotel)
- underwear sebanyak yang biasa kamu pakai untuk 9 atau 10 hari perjalanan
- 4 pc legging panjang warna putih atau hitam untuk menghindari aurat terbuka selama pakai baju ihrom perempuan model gamis
- 2 pc baju ihrom untuk umroh, 1 pc untuk tawaf wada (sebaiknya putih, ga putih pun ga apa-apa yang penting niatnya bukan untuk cantik-cantikan atau mengundang perhatian lawan jenis). Sebagai catatan, di Masjidil Haram lebih banyak jamaah Indonesia menggunakan baju putih-putih ketika umroh/tawaf wajib, sementara jamaah luar banyak yang menggunakan baju warna hitam. Untuk tawaf sunat pakaian bebas yang penting menutupi aurat dan untuk wanita tidak memperlihatkan bentuk badan
- masker muka (untuk menghalau hidung yang kedinginan, atau menghalau debu, atau menghalau foto candid iseng kalau kamu ketiduran di jalan dengan mulut menganga)
- kerudung dengan jumlah dan warna yang disesuaikan dengan baju ihrom dan baju ketika ziarahnya
- obat-obatan dan vitamin terutama obat flu, masuk angin, dan kembung yang biasa terjadi kalau ada perubahan cuaca
- Norelut (obat penahan mens untuk wanita yang siklus menstruasinya bertepatan dengan perjalanan umroh)
- Tissue kering dan tissue basah untuk berbagai kepentingan, mulai dari membersihkan tangan, muka, sampai untuk di kamar mandi sekiranya di kamar mandi umum kebersihannya dirasa kurang baik.
- mata uang Lira untuk di Turki dan real untuk di Madinah dan Makkah (bisa diambil di atm seperti cerita saya tadi ya, yang penting perhatikan saja logo di atm nya apakah sama dengan yang ada di atm kita, apakah itu logo cirrus/mastercard/visa)


YANG PALING PENTING:
Baju ihrom baik untuk perempuan dan laki-laki sama-sama TIDAK BOLEH BERPEWANGI! Mau downy atau molto sama-sama ga boleh.
Ada beberapa perbedaan soal kapan boleh menggunakan pewangi dan tidak. Ada yang bilang mulai dari mandi ihrom sudah tidak boleh menggunakan sabun/sampo/pencuci muka/deodoran/lotion/moisturiser/make up apapun yang mengandung pewangi, dan ada juga yang bilang setelah miqot dan mengucap niat umroh baru tidak boleh menggunakan pewangi jenis apapun.
Wallahu A'lam Bishawab..
Pengalaman saya yang minim persiapan dan datang dengan baju yang dicuci menggunakan pewangi downy, akhirnya baju untuk umrohnya saya jemur sampai wangi nya hilang, dan pake baju lain yang sudah tidak ada wanginya. Syal grup umroh yang juga sudah berpewangi tidak saya pakai, hanya pakai name tag, tidak pakai make up apapun karena kebanyakan mengandung fragrance bahkan lotion mengandung fragrance. Dan mandi ihrom pun saya tidak menggunakan sabun/sampo/conditiner rambut/pencuci muka/deodoran yang semuanya mengandung pewangi. Yaa daripada udah jauh-jauh, susah-susah taunya ibadahnya jadi ga sah yekaannnn?! Namanya juga usaha.


Ingatan saya hanya sampai disini sih, nanti kalau ada yang kelewat saya tambahkan lagi ya.


Ciao bella!