Hubungan umur dan pengetahuan tidak selamanya berbanding lurus. Apalagi ketika seseorang menjalani hidup yang penuh aktivitas. Contohnya adalah pengalaman temen gw yang secara umur lebih muda beberapa tahun daripada gw, sebagai seorang marketing dia lebih banyak menghabiskan waktunya di jalan. Bener-bener di jalan.
Menurut ceritanya, jumlah orang gila yang ada di kota tempat gw bekerja cukup banyak, alasannya karena.... kota ini adalah tempat buangan orang-orang gila dari Ibukota!!
Dan dia punya alasan kuat untuk itu, dia sendiri adalah salah seorang dari banyak saksi mata yang pernah melihat satu truk penuh orang gila berhenti dan menurunkan penumpangnya yang gila itu di kota ini. Dan kejadian itu bukan kejadian aneh lagi untuk penduduk kota ini, karena berlangsung sekitar sebulan sekali.
Jadi, ga aneh kalo gw jarang melihat orang gila berkeliaran di kota besar itu, sementara di kota yang kecil ini banyak sekali orang gila. Sungguh kasihan..untuk semua pihak yang dirugikan.
Kamis, 18 Desember 2008
Senin, 15 Desember 2008
#2 : I just wanna say I love you
Ti amo,
Aishiteru,
Ich liebe dich,
Sarang heyo,
Je t'aime,
Ik hou van jou,
Wo ai ni,
aloha au la'oe,
Hum tumhe pyar karte hae,
Jeg Elsker deg,
Men are from mars, and woman are from venus. Dan perbedaan yang paling jelas di antara keduanya, buat gw, adalah cowok lebih banyak pake logikanya, tapi cewek lebih banyak pake perasaannya (aah, basi ya! sepertinya semua orang juga tau!) so, kenapa gw masih juga keukeuh angkat tema ini?? begini ceritanya..
suatu hari, gw sedang dalam perjalanan menuju sebuah pabrik bersama seorang pria setengah baya, yang tidak lain merupakan rekan kerja gw di kantor. sepanjang perjalanan obrolan kami melantur kesana-kemari, hingga tiba-tiba bapak itu berkomentar atas sebuah lagu yang sedang diputar di CD playernya, lagu terbaru Melly Goeslaw yang berjudul "I just wanna say I love you".
komentarnya seperti ini, "kok lagunya gini-gini terus ya?" kata bapak itu, mungkin maksudnya karena lirik di lagu itu hanya persis seperti judulnya, tanpa ada kata-kata lain, dan kalian pasti mengerti apa maksud gw!"iya emang" jawab gw sekenanya berusaha menikmati lagu tersebut, karena gw suka hentakan drum-nya yang mirip dengan irama J-song.
"emangnya semudah itu bilang cinta?" kata bapak itu lagidalam hati gw menjawab, "yaa.. relatif lah, buat yang romantis atau player mungkin gampang", alih-alih mengeluarkan isi hati gw, gw malah menjawab dengan "yaa, mungkin maksudnya pak, kalo kita lagi jatuh cinta yang pengen kita bilang yaa cuma i love you doang, pokonya itu, intinya itu, dan yang lain jadi ga penting"
intermezzo: kayaknya siy, yang banyak ngalamin ini cuma cewe-cewe doang, yak?!?
si bapak itu terus berkomentar, "ah, ya enggaklah! kalo buat saya sih enggak kayak gitu, buat saya sih cinta bukan untuk diumbar dengan kata-kata, cinta itu tanggung jawab!"
Deg!
dunia gw terasa berhenti sebentar, sepertinya semua yang ada di sekeliling gw bergerak slow motion, hanya otak gw yang lari-lari liar menanggapi komentar bapak itu, kok tanggung jawab?? pertanyaan itu yang pertama muncul di benak gw, mungkin visualisasi yang tampak adalah kening gw yang berkerut-kerut. untuk gw yang berotak dalam seadanya (menyangkal disebut 'dangkal') jawaban bapak itu terlalu dalam dan serius.
tapi kenapa?? kenapa bukan cinta itu indah, cinta itu sumber rasa bahagia, atau cinta itu sayang tanpa pamrih, atau cinta itu tak harus memiliki, atau cinta itu surganya dunia, atau cinta itu awal mula kasih sayang??
buat gw, yang kebetulan dilahirkan sebagai cewe sih, sedangkal itu arti cinta buat gw. o-o-o.. gw jadi berpikir, mungkin pemikiran kaum adam akan berbeda.
jadilah gw membuat penelitian kecil-kecilan untuk menemukan jawabannya
intermezzo, lagi: FYI, ini kedua kalinya tulisan gw dalam blog ini berdasarkan riset, yang pertama itu tulisan gw yang berjudul "don't try this @ home"
para voter berkomentar,
"cinta adalah sesuatu yang membuat kita lupa segalanya", ...mungkin orang ini selalu mengalami amnesia ketika jatuh cinta, bahaya.. bisa-bisa dia lupa jalan pulang kalo abis ngedate!
"cinta adalah anugerah", ...mungkin orang ini sedang bersukur pada cintanya yang sekarang, bahaya.. bisa-bisa dia ga bisa nolak cewe karena biasanya anugerah ga pernah ditolak orang
"cinta adalah penantian", ...mungkin orang ini sedang menunggu cintanya yang sudah pergi, atau justru malah belum ketemu sama sekali, bahaya.. bisa-bisa dia tipe orang yang suka menunda-nunda sesuatu termasuk mengejar cintanya
"cinta? ntar deh dipikirin dulu", ...mungkin orang ini tidak (atau belum) pernah jatuh cinta, iya sih cinta bukan untuk dipikirin tapi dirasain, bahaya.. bisa-bisa orang ini terlalu pemikir atau justru jarang berpikir
apapun komentarnya, gw rasa itu berdasarkan perasaan yang sedang mereka rasain. ternyata ga beda jauh sama pemikirannya kaum hawa. tapi, baik lagi ke pokok pemikiran gw, kok masih ada yang beda ya sama komentar bapak yang gw ceritain di atas tadi?
oh, bisa jadi komentar bapak itu karena pengalamannya atas pernikahannya. Ketika seseorang telah menjalani suatu pernikahan sepertinya cinta (tadinya) merupakan dasar dari pernikahan, kemudian berkembang menjadi sebuah tuntutan yang memerlukan tanggung jawab. Kok sepertinya, cinta menjadi beban ya??
komentar habis, penelitian dibuka tanpa abstrak, maka ditutup pun tanpa kesimpulan, karena ini pun hanya penelitian kecil-kecilan yang tanpa dosen pembimbing dan tanpa literatur
terima kasi
Aishiteru,
Ich liebe dich,
Sarang heyo,
Je t'aime,
Ik hou van jou,
Wo ai ni,
aloha au la'oe,
Hum tumhe pyar karte hae,
Jeg Elsker deg,
Men are from mars, and woman are from venus. Dan perbedaan yang paling jelas di antara keduanya, buat gw, adalah cowok lebih banyak pake logikanya, tapi cewek lebih banyak pake perasaannya (aah, basi ya! sepertinya semua orang juga tau!) so, kenapa gw masih juga keukeuh angkat tema ini?? begini ceritanya..
suatu hari, gw sedang dalam perjalanan menuju sebuah pabrik bersama seorang pria setengah baya, yang tidak lain merupakan rekan kerja gw di kantor. sepanjang perjalanan obrolan kami melantur kesana-kemari, hingga tiba-tiba bapak itu berkomentar atas sebuah lagu yang sedang diputar di CD playernya, lagu terbaru Melly Goeslaw yang berjudul "I just wanna say I love you".
komentarnya seperti ini, "kok lagunya gini-gini terus ya?" kata bapak itu, mungkin maksudnya karena lirik di lagu itu hanya persis seperti judulnya, tanpa ada kata-kata lain, dan kalian pasti mengerti apa maksud gw!"iya emang" jawab gw sekenanya berusaha menikmati lagu tersebut, karena gw suka hentakan drum-nya yang mirip dengan irama J-song.
"emangnya semudah itu bilang cinta?" kata bapak itu lagidalam hati gw menjawab, "yaa.. relatif lah, buat yang romantis atau player mungkin gampang", alih-alih mengeluarkan isi hati gw, gw malah menjawab dengan "yaa, mungkin maksudnya pak, kalo kita lagi jatuh cinta yang pengen kita bilang yaa cuma i love you doang, pokonya itu, intinya itu, dan yang lain jadi ga penting"
intermezzo: kayaknya siy, yang banyak ngalamin ini cuma cewe-cewe doang, yak?!?
si bapak itu terus berkomentar, "ah, ya enggaklah! kalo buat saya sih enggak kayak gitu, buat saya sih cinta bukan untuk diumbar dengan kata-kata, cinta itu tanggung jawab!"
Deg!
dunia gw terasa berhenti sebentar, sepertinya semua yang ada di sekeliling gw bergerak slow motion, hanya otak gw yang lari-lari liar menanggapi komentar bapak itu, kok tanggung jawab?? pertanyaan itu yang pertama muncul di benak gw, mungkin visualisasi yang tampak adalah kening gw yang berkerut-kerut. untuk gw yang berotak dalam seadanya (menyangkal disebut 'dangkal') jawaban bapak itu terlalu dalam dan serius.
tapi kenapa?? kenapa bukan cinta itu indah, cinta itu sumber rasa bahagia, atau cinta itu sayang tanpa pamrih, atau cinta itu tak harus memiliki, atau cinta itu surganya dunia, atau cinta itu awal mula kasih sayang??
buat gw, yang kebetulan dilahirkan sebagai cewe sih, sedangkal itu arti cinta buat gw. o-o-o.. gw jadi berpikir, mungkin pemikiran kaum adam akan berbeda.
jadilah gw membuat penelitian kecil-kecilan untuk menemukan jawabannya
intermezzo, lagi: FYI, ini kedua kalinya tulisan gw dalam blog ini berdasarkan riset, yang pertama itu tulisan gw yang berjudul "don't try this @ home"
para voter berkomentar,
"cinta adalah sesuatu yang membuat kita lupa segalanya", ...mungkin orang ini selalu mengalami amnesia ketika jatuh cinta, bahaya.. bisa-bisa dia lupa jalan pulang kalo abis ngedate!
"cinta adalah anugerah", ...mungkin orang ini sedang bersukur pada cintanya yang sekarang, bahaya.. bisa-bisa dia ga bisa nolak cewe karena biasanya anugerah ga pernah ditolak orang
"cinta adalah penantian", ...mungkin orang ini sedang menunggu cintanya yang sudah pergi, atau justru malah belum ketemu sama sekali, bahaya.. bisa-bisa dia tipe orang yang suka menunda-nunda sesuatu termasuk mengejar cintanya
"cinta? ntar deh dipikirin dulu", ...mungkin orang ini tidak (atau belum) pernah jatuh cinta, iya sih cinta bukan untuk dipikirin tapi dirasain, bahaya.. bisa-bisa orang ini terlalu pemikir atau justru jarang berpikir
apapun komentarnya, gw rasa itu berdasarkan perasaan yang sedang mereka rasain. ternyata ga beda jauh sama pemikirannya kaum hawa. tapi, baik lagi ke pokok pemikiran gw, kok masih ada yang beda ya sama komentar bapak yang gw ceritain di atas tadi?
oh, bisa jadi komentar bapak itu karena pengalamannya atas pernikahannya. Ketika seseorang telah menjalani suatu pernikahan sepertinya cinta (tadinya) merupakan dasar dari pernikahan, kemudian berkembang menjadi sebuah tuntutan yang memerlukan tanggung jawab. Kok sepertinya, cinta menjadi beban ya??
komentar habis, penelitian dibuka tanpa abstrak, maka ditutup pun tanpa kesimpulan, karena ini pun hanya penelitian kecil-kecilan yang tanpa dosen pembimbing dan tanpa literatur
terima kasi
Selasa, 02 Desember 2008
dia datang, tapi hanya singgah, bukan tinggal
kalimat itu gw kutip dari buku yang baru selesai gw baca. judulnya tabularasa.
itupun dapet minjem dari temen gw.
sekali mata gw nangkep tulisan itu, ingetnya sampe sekarang. yaa bisa dibilang love @ first sight. dan buat gw, sebuah buku akan berkesan jika meninggalkan sesuatu yang diinget sepanjang hayat.kejadian seperti ini juga bakal terjadi ketika nonton film, masih inget dialog fenomenal (terutama buat gw) ini,
"jadi sekarang lo maw diwawancara? basi! madingnya udah siap terbit!"dari film apa cobaaa??yups, AADC.
kalo yang ini,"tulisan yang baik adalah ketika kamu menuliskan semua yang kamu tahu"dari film apa?mungkin ga banyak yang ngeh, tapi gw dapat mengingat dengan jelas, itu adalah kalimat yang ditulis oleh drew barrimore dalam perannya sebagai jurnalis (kalo ga salah) di film Never been kissed
sekarang coba yang ini,"ketika seseorang bercanda, biasanya 50%nya adalah benar"aio... film apa????hehe, gw juga lupa apa judulnya, tapi film ini yang main Cameron Di, film lama dan sudah ditayangkan berulang kali di TV swasta, ceritanya tentang dia ngejar-ngejar cowok yang dia kenal di sebuah bar trus langsung jatuh cinta, yang (kalo ga salah, lagi) cowoknya itu sebenernya dah mau merit sama cewe lainkok bisa gw lupa judulnya yak? padahal biasanya gw inget banget tauk!"
dan dialog ini dalam sebuah novel,"seseorang yang bodoh adalah dia yang memperlihatkan dengan jelas emosinya kepada lawan"tauk novel apa? harry potter (tapi, muup, sekali lagi, gw lupa edisi keberapa-nya) yang diucapkan oleh Dumbledore kepada Harry potter.
cukup segini deh, kalo ga nanti kalian lebih semakin melihat kepelupaan gw.
ciao.
itupun dapet minjem dari temen gw.
sekali mata gw nangkep tulisan itu, ingetnya sampe sekarang. yaa bisa dibilang love @ first sight. dan buat gw, sebuah buku akan berkesan jika meninggalkan sesuatu yang diinget sepanjang hayat.kejadian seperti ini juga bakal terjadi ketika nonton film, masih inget dialog fenomenal (terutama buat gw) ini,
"jadi sekarang lo maw diwawancara? basi! madingnya udah siap terbit!"dari film apa cobaaa??yups, AADC.
kalo yang ini,"tulisan yang baik adalah ketika kamu menuliskan semua yang kamu tahu"dari film apa?mungkin ga banyak yang ngeh, tapi gw dapat mengingat dengan jelas, itu adalah kalimat yang ditulis oleh drew barrimore dalam perannya sebagai jurnalis (kalo ga salah) di film Never been kissed
sekarang coba yang ini,"ketika seseorang bercanda, biasanya 50%nya adalah benar"aio... film apa????hehe, gw juga lupa apa judulnya, tapi film ini yang main Cameron Di, film lama dan sudah ditayangkan berulang kali di TV swasta, ceritanya tentang dia ngejar-ngejar cowok yang dia kenal di sebuah bar trus langsung jatuh cinta, yang (kalo ga salah, lagi) cowoknya itu sebenernya dah mau merit sama cewe lainkok bisa gw lupa judulnya yak? padahal biasanya gw inget banget tauk!"
dan dialog ini dalam sebuah novel,"seseorang yang bodoh adalah dia yang memperlihatkan dengan jelas emosinya kepada lawan"tauk novel apa? harry potter (tapi, muup, sekali lagi, gw lupa edisi keberapa-nya) yang diucapkan oleh Dumbledore kepada Harry potter.
cukup segini deh, kalo ga nanti kalian lebih semakin melihat kepelupaan gw.
ciao.
Langganan:
Postingan (Atom)