(via mynameisnes)
(howdoesitfuckingfeel.tumblr.com)
Just once.
I want someone to be afraid to losing me. Not just say that they don't want to lose me. I want them to mean it. I want them to genuinely be afraid of losing me.
You have those people, that just say that they never want to lose you. But then one day, they just decice to leave.
I want someone to fight for me.
When I'm about to leave, they pull me back. Tell me what they love about me. Tell me how much they love. Tell me what I mean to them. Show me, how much they don't want to lose you. Words mean nothing. I want them to prove to me, everything that they'll ever say to me.
You say you love me, well show me that you do.
You say you care about me, prove it.
You say you don't want to lose me, well, show me.
One day, I hope someone will fight for me.
Kamis, 22 September 2011
Rabu, 21 September 2011
BER-U to the BAH
Orang berubah. Aku juga.
Seseorang bilang aku berubah. Dan aku setuju.
Memangnya ada orang yang tidak berubah?
Ketika seseorang mendapat pekerjaan yang baik, gaya hidupnya berubah, caranya berbicara berubah, bisa jadi pola pikirnya pun berubah.
Dan perubahan yang terjadi tidak selalu karena sesuatu dalam hidup kita sendiri.
Seperti yang sedang aku rasakan sekarang. Perubahan ini justru terjadi karena kehidupan orang lain.
Aku terintimidasi. Oleh banyak orang.
Aku melindungi diriku sendiri dengan cara membuat pertahanan sekuat-kuatnya. Ini yang dilihat orang lain sebagai perubahan. Padahal aku hanya berusaha keluar dari perasaan tertekan.
Dan kamu tahu? Apatis menjadi jalan paling sederhana keluar dari tekanan.
This is my turning point.
Aku kembali menjadi apatis. Dan ini sungguh menyenangkan.
No cheers. I'm not cherios.
Seseorang bilang aku berubah. Dan aku setuju.
Memangnya ada orang yang tidak berubah?
Ketika seseorang mendapat pekerjaan yang baik, gaya hidupnya berubah, caranya berbicara berubah, bisa jadi pola pikirnya pun berubah.
Dan perubahan yang terjadi tidak selalu karena sesuatu dalam hidup kita sendiri.
Seperti yang sedang aku rasakan sekarang. Perubahan ini justru terjadi karena kehidupan orang lain.
Aku terintimidasi. Oleh banyak orang.
Aku melindungi diriku sendiri dengan cara membuat pertahanan sekuat-kuatnya. Ini yang dilihat orang lain sebagai perubahan. Padahal aku hanya berusaha keluar dari perasaan tertekan.
Dan kamu tahu? Apatis menjadi jalan paling sederhana keluar dari tekanan.
This is my turning point.
Aku kembali menjadi apatis. Dan ini sungguh menyenangkan.
No cheers. I'm not cherios.
Rabu, 14 September 2011
kangen kamu
Mendadak ngerasa, ini satu-satunya rumah yg aman dari kepungan pertanyaan yg gw hindari.
Padahal, cuma mau bilang hal yg sederhana..
Gw kangen dikangeni.
Padahal, cuma mau bilang hal yg sederhana..
Gw kangen dikangeni.
Sabtu, 03 September 2011
Another Basic Needs
*beresin debu dan sarang walet yang berserakan*
Ampun..lama banget blognya gw cuekin. Kasian.. kalo jadi manusia pasti dia udah ngambek. Sms lebaran minal aidin pun gw yakin ga bakal digubris. Ya kalee.. emang manusia?
Emm, gw sih maksudnya. Suka sebel kalo dicuekin atau nggak dianggep sama orang lain. Dulu, kalo ada yang kayak gitu ke gw pasti udah gw bales. Gw tunjukin ke orang itu kalo dicuekin tuh rasanya tuh kayak.. pake baju kembar kejeblos ke makhluk kembar yang lagi parade, terjun ke panggung sirkus aneh, dan dilempar ke mulut bunga raksasa aaargh..
#euh iklan
Menurut lo?
Ya iyalah bete kalau dicuekin. Waktu kuliah dulu, gw pernah baca dari salah satu buku yang direferensikan dosen, bahwa pengakuan atas keberadaan seseorang udah masuk ke dalam list kebutuhan primer manusia. Makanya, ada orang yang sampe stress gara-gara nggak kepilih jadi anggota legislatif #hubungannya?
Gw juga yakin kok, pada dasarnya semua manusia butuh pengakuan. Seenggaknya dari orang-orang terdekat. Bisa keluarga, temen, rekan kerja, atau tetangga.
Biar nggak kaya, tapi dianggep sama orang lain tuh rasanya istimewa. Lebih istimewa kalau ditambah kaya.
Ampun..lama banget blognya gw cuekin. Kasian.. kalo jadi manusia pasti dia udah ngambek. Sms lebaran minal aidin pun gw yakin ga bakal digubris. Ya kalee.. emang manusia?
Emm, gw sih maksudnya. Suka sebel kalo dicuekin atau nggak dianggep sama orang lain. Dulu, kalo ada yang kayak gitu ke gw pasti udah gw bales. Gw tunjukin ke orang itu kalo dicuekin tuh rasanya tuh kayak.. pake baju kembar kejeblos ke makhluk kembar yang lagi parade, terjun ke panggung sirkus aneh, dan dilempar ke mulut bunga raksasa aaargh..
#euh iklan
Menurut lo?
Ya iyalah bete kalau dicuekin. Waktu kuliah dulu, gw pernah baca dari salah satu buku yang direferensikan dosen, bahwa pengakuan atas keberadaan seseorang udah masuk ke dalam list kebutuhan primer manusia. Makanya, ada orang yang sampe stress gara-gara nggak kepilih jadi anggota legislatif #hubungannya?
Gw juga yakin kok, pada dasarnya semua manusia butuh pengakuan. Seenggaknya dari orang-orang terdekat. Bisa keluarga, temen, rekan kerja, atau tetangga.
Biar nggak kaya, tapi dianggep sama orang lain tuh rasanya istimewa. Lebih istimewa kalau ditambah kaya.
Langganan:
Postingan (Atom)