Jumat, 31 Juli 2009

if there is a will, there is a way..


Um, harusnya..gw ga pake judul itu untuk postingan kali ini. Tapi rasanya terlalu eye catching kalo judulnya "quarter life crisis". Ntar sebelum orang baca apa isi tulisan ini udah nge-judge duluan bahwa ga sedang mengalami syndrome itu.

Padahal emang.

Sebelumnya gw pernah baca tentang istilah ini di dalam sebuah novel chicklit. Tapi karena waktu itu umur gw masih muda jadi belum percaya syndrome semacam itu benar-benar ada. Gw rasa (dulu) itu terlalu mengada-ada.

Belakangan ini, kehidupan gw terasa semakin mengabu-abu.
Career, love life, long term plans, life goals.
Meski tidak semua, beberapa teman gw juga merasakan hal yang sama.

Quarter life crisis menurut definisi gw sendiri adalah masa transisi ketika seseorang tidak tau lagi apa yang harus dilakukan dalam hidupnya sehingga munculah kecemasan akan masa depan.

Secara profesional, gw memang sudah bekerja di suatu perusahaan. Perusahaan yang tidak besar, salary yang tidak sebesar harapan, jabatan yang stagnan, dan (um..honestly) merasa overqualified. Pekerjaan yang gw lakukan sekarang jauh dari bayangan gw dulu ketika belum bekerja. Ya sih, pekerjaan gw yang sekarang masih ada hubungannya dengan pendidikan yang gw dapet, which is lab skill. Banyak orang yang bilang, hanya 10% ilmu yang kamu dapet di sekolah atau kampus yang terpakai di dunia kerja. Gw setuju karena sudah membuktikannya, dan ini salah satu hal yang membuat gw merasa overqualified.

Kejengahan yang sama juga gw rasakan ketika melihat teman-teman yang lain berada di zona aman, melihat mereka bisa mengerjakan dan mendapatkan hal yang lebih baik daripada gw.

Tentunya itu bikin gw merasa semakin jauh dari standar hidup yang gw bayangin dulu. Bukan itu saja, gw juga jadi meragukan apakah dengan hidup seperti yang gw jalanin sekarang ini impian-impian gw bisa terwujud??

Huff, tadinya sih gw yakin if there's a will there's a way. Tapi sekarang jadi bingung juga..harus mulai dari mana?? apa yang harus diperbaiki?? apa yang harus dirubah dan dihilangkan???

Hm...it's must be the unique challenges in my twentysomething life..

Rabu, 08 Juli 2009

Berkacalah dulu, sebelum..

Tersebutlah seorang wanita yang sedang berada di dalam sebuah angkot. Di tengah duduk diamnya, di tengah perjalanan angkot yang ia tumpangi berhenti mendadak. Seakan sebuah titah, semua penumpang ikut melihat ke arah depan mencari tahu apa yang sedang terjadi. Rupanya di tengah jalan yang tidak terlalu besar di dalam sebuah komplek perumahan yang dilewati oleh wanita itu terdapat mobil sedan silver yang melintang menghalangi kendaraan lain dari kedua arah. Sebuah mobil yang datang dari arah berlawanan angkot itu membnyikan klakson beberapa kali tanda pengemudinya sudah tak sabaran.

Kebingungan dengan mobil melintang yang tak kunjung bergerak, supir angkot melongok keluar "ah, dasar! teu bisaeun nyetir meureun!" katanya penuh penghakiman.

Hanya berselang beberapa saat, dari sebuah rumah tepat di depan tempat kejadian keluarlah seorang wanita semok berusia setengah baya dengan dandanan yang rapih dan gaya, ternyata itu bukan rumah, melainkan sebuah salon yang dari luar lebih terlihat seperti rumah. Wanita itu keluar dengan setengah berlari, tas besar masih dikepit di ketiaknya, sambil menunjuk-nunjuk ke arah mobil melintang itu ia menjerit keras, "rampok..RAAAMMMPOOOOOKK!" Mukanya penuh ekspresi marah, kaget, dan nyolot. Kedua alis naik, mata melotot, dan mulutnya semakin monyong ketika meneruskan teriakannya dari jarak satu setengah meter dari mobilnya, "heh, maliiingg!"

Otomatis semua perhatian korban kemacetan tertuju pada si mobil melintang, mobil melintang yang tak kunjung bergerak. Dalam hati si wanita penumpang angkot itu bersyukur, "untung saja macet, kalau tidak mobil itu pasti telah dibawa kabur secepat kilat oleh si pencuri!", sedikit jiwa heroiknya muncul ingin membantu menyelamatkan mobil melintang itu dari pencurian sekaligus menangkap basah si pelaku pencurian. Tapi sungguh aneh, tidak ada penumpang lain, bahkan supir dan korban-korban kemacetan lain yang turun dari kendaraannya masing-masing untuk menyelamatkan mobil melintang itu.

"loh kok enggak ada yang bantu nyelametin sih?" si wanita penumpang angkot mulai membatin.

Beberapa detik kemudian, seorang tukang baso yang ikut melintas di tempat perkara mendekati wanita yang marah karena mobilnya yang nyaris dibawa kabur orang lain, "Bu, da teu aya sasaha di dalem mobilna oge" kata tukang baso itu santai.

"hah??!" wanita yang marah-marah itu tak percaya.

"teu aya sasaha, Bu!" tukang baso mengulangi kata-katanya.

"mundur sendiri Bu, mundur sendiri" supir mobil kijang yang berlawanan arah dari angkot ikutan menyahut, "enggak direm tangan!"

"ah, masa?" wanita itu semakin mendekati mobil sedannya, "oh..iya.." katanya sambil cengengesan pada teman yang berdiri tak jauh di belakangnya. Ia lantas mengeluarkan kunci dari dalam tas besar dan memasuki mobilnya. Akhirnya mobil itu bergerak maju, memasuki parkiran kecil di depan salon.

"aahh, dasar! lupa rem tangan!" supir angkot geleng-geleng kepala sambil memindahkan perseneling.

Note : pesan yang terkandung dari cerita ini adalah jangan lupa mer-rem tangan mobil yang kamu kendarai.

hohoho..

Bukan deng, tapi..sebagai manusia baiknya jangan buru-buru menyalahkan orang lain atas suatu kesalahan atau musibah yang menimpanya. Kenapa ga berkaca dulu, mungkin letak awal kesalahannya justru ada di dirinya sendiri. Dasar manusia!!

Kamis, 02 Juli 2009

Tribute to my dearest best friend ever

ehm..ga tau knapa perasaan gw detik ini sangat-sangat mellow..
Bukan bersedih, tapi sumpah bersyukur..

Dapet banyak ucapan selamat waktu ulang taun, 27 juni maen ke rumah kopi, 28 juni hiking, dan tadi malem banget ke PRJ. Hal-hal yang tidak saing berkait itu tiba-tiba meresap begitu dalam, membuat gw menyadari telah diberikan hidup yang sangat-sangat indah. Tidak hanya punya keluarga yang amazing menyayangi gw sepenuh hati, tapi juga punya banyak sahabat yang sangat baik dan pengertian.

Ketika banyak orang mendefinisikan arti persahabatan yang katanya selalu ada di saat suka dan duka yang sekarang sudah kurang relevan lagi dengan kehidupan perantauan gw, gw sudah merasa cukup punya kalian semua. Yang bisa ngertiin kalo gw pengen sendiri atau pengen bareng-bareng, pengen curhat atau pengen diem aja, atau cuma sekedar ketemu dan sharing hal-hal ga penting yang bikin gw merasa Tuhan memberikan yang terbaik buat gw sedikit demi sedikit.

Ya, mungkin itu salah satu alesannya kenapa gw mellow sekali saat ini. Gw merasa sedang ada di turning point untuk sekian kalinya, setelah melewati masalah-masalah yang bikin gw cepet emosi, kali ini gw ngerasa kehidupan gw membaik. Sumpah ya, Tuhan telah begitu baik merencanakan semua ini.

huks, mari berpelukan..

Thanks guys, gw begitu beruntung punya sahabat seperti kalian. (tanpa berusaha menimbang siap yang lebih baik dari siapa dalam urutan berikut ini, dan siapa yang ditag terlebih dahulu) Ini adalah ucapan terimakasih gw sebesar-besarnya untuk.......
  • ie-ie : yang telah begitu wise menanggapi semua curhatan gw dan vava
  • vava : yang telah begitu sering menampung curhatan gw, prinsip-prinsip dan pengetahuan lo yang selalu wowing
  • aciw : yang telah begitu sering meluangkan waktu untuk hafe vun bareng, mau percayain rahasia lo tanpa maksa gw untuk cerita hal yang tidak ingin gw bahas
  • ucas : yang gw rasa, kenapa walaupun kita jauhan tapi kita masih aja sehati
  • merry : yang udah jadi sahabat gw begitu lama
  • begy : yang pemikiran dan pendapat lo sedikit demi sedikit mempengaruhi pandangan gw juga

    Teruslah menjadi sahabat gw, dan teruslah mengispirasi gw..

    Best regards
    ^_^