Kamis, 03 Mei 2012

Be Optimistic

Aksi Protes PPI Berlin-Jerman Terhadap Komisi I DPR-RI begitu judul dari sebuah video yang diunggah ke youtube, yang baru gw tonton hari sabtu (28 April 2012) sementara kejadiannya berlangsung pada hari selasa (24 April 2012). Tapi tunggu dulu, jangan langsung menghakimi gw sebagai orang yang ketinggalan berita. Peristiwa luar biasa ini sudah menyebar di media tv beberapa jam setelah kejadian, gw pun tahu karena ga sengaja baca running text ketika sedang menonton salah satu acara tv. Well, bukannya ga sengaja juga sik.. running text di tv swasta biasanya distracting my focus. Jadi hampir di setiap kesempatan nonton tv, gw bukan hanya memperhatikan acara yang sengaja gw tonton tapi juga isi running text. Pun ketika peristiwa protes mahasiswa dengan cara yang demokratis nan elegan ini terjadi. Hanya saja waktu itu gw ga terlalu ngeh peristiwa ini istimewa. Lagipula gw ga terlalu tertarik dengan berita politik, jadi gw hanya asal tahu saja tanpa mencari berita lengkapnya. Beberapa hari yang lalu gw masih berpikir ini hanya kejadian macam aksi demo damai yang biasa. Siang tadi, nyokap gw yang promosi. Promosinya begini, “Ndah, tadi ada aksi protes mahasiswa yang di Jerman. Jadi mereka protes ke anggota DPR yang datang kesana. Ih.. mahasiswanya keren-keren deh.. pake jas, pake syal, trus kacamata gaul yang gede gitu.” Lah. Agak aneh sik penjelasan nyokap gw ini. Karena yang diceritain bukan seperti apa kejadian penolakannya tapi malah penampilan keren mahasiswa-mahasiswanya. Mahasiswa. Keren. Berlin. Cukup 3 kata yang pada akhirnya bikin gw sangat penasaran dengan visualisasi kejadian penolakan itu. Cepat-cepat gw buka youtube, dan dengan mudah kutemukan judul peristiwa itu hanya dengan 3 keyword. Video yang cukup singkat, hanya 9 menit 40 detik namun sangat terasa nasionalisme. Begitulah mahasiswa yang sering disebut sebagai agent of change seharusnya bersikap. Penampilan salah satu dari mereka, yang bernama Sugih itu keren memang iya, tapi selain itu langkah mereka semua juga ga kalah keren, tegas, kritis, tepat sasaran, namun tetap sopan dan damai. Tidak perlu rusuh demo bawa spanduk, pake iket kepala, lantas bakar ban. Cheesy. Menurut gw langkah mereka untuk mengkritik anggota dewan yang buang-buang anggaran negara hanya untuk studi banding sangat cerdas. Membuat malu adalah salah satu cara yang bisa digunakan agar lain kali mereka berpikir ulang untuk berbondong-bondong dan jauh-jauh melancong ke negeri orang hanya untuk studi banding, apalagi kalau sampai bawa keluarga. Melihat sikap tegas mahasiswa PPI Berlin-Jerman dan melihat kualitas teman-teman gw yang masuk institusi pemerintahan gw sih optimis generasi muda bisa membuat perubahan dalam negara ini ke arah yang lebih baik. Semoga budaya yang dibawa generasi tua ga merembet ke generasi gw. Amin.