Hadirmu yang tak selalu ada bukan berarti rasa akan menguap pergi. Cintaku akan selalu di tempatnya, dengan sabar menunggumu kembali.
Minggu, 13 September 2015
Bait Rindu
Ketika rindu menjadi pertanyaanmu, disitu aku tersadar telah belajar sedikit. Akan arti pertemuan dan kata, maupun jarak dan suara.
Jumat, 31 Juli 2015
REUNI?
Ya lo pikir aja sendiri.
Judulnya reuni.
Yang udah menikah dateng sama pasangannya, yang udah menikah dan punya anak dateng sama anaknya. Sementara yang single akan dateng sendiri.
Begitu anak mereka yang masih bocah lari kemana kemari, ibunya akan sibuk mengejar. Yang anaknya masih bayi akan sibuk menyusui dan ganti popok. Yang udah menikah akan sibuk merhatiin pasangannya ingin makan apa dan kemana. Sementara yang single akan pura-pura sibuk sendiri main hp karena ga ada temen.
Ketika ngobrol bareng, yang udah punya anak akan sibuk membahas makanan anak, kelakuan anak, kesehatan anak, kepintaran anak. Yang udah menikah akan sibuk membahas kesukaan pasangan, pekerjaan pasangan, kehebatan pasangan, bahkan kehidupan intim bersama pasangan.
Yang single bisa apa kalau bukan kabur menyelamatkan diri supaya tidak terintimidasi?
RALAT!
Jadi pengen ngeralat deh.
Cewe tuh bagusnya menikah di usia matang, bukan di usia muda. Karena di usia matangnya cewe udah tau persis apa yang dia mau. Bukan karena cinta monyet atau cinta buta. Di usia matang sejalan dengan perkembangan pengalamannya, dia lebih mengerti akan apa yang dia mau dan apa yang dia butuhkan. Pun dengan pemikiran logis dan emosionalnya menjadi lebih seimbang.
Kalau urusan finansial yang kata orang "kalau menikah ketuaan kasian nanti susah pas anak gede butuh dana kuliah kita udah ga sanggup kerja" He to the loooo! Urusan begini bisa kali diakalin dari sebelum kita menikah. Ada deposito, tabungan emas, saham, properti, apa aja yang bisa kita kelola dari sekarang untuk kecukupan hidup di masa depan.
Hanya saja, di usia yang terlalu matang fisik menjadi lebih lemah untuk melahirkan anak-anaknya. Dan karena masih banyak cowo yang berpikiran nikah muda, pilihan untuk si cewe berusia matang otomatis berkurang.
Kamis, 05 Februari 2015
Sewangi Shampoo Dove
Udah 2 orang yang bukan temen baik bisa tau gw pake shampoo dove.
Yang pertama, klien gw namanya Sena, perempuan 27 tahun. Waktu itu gw lagi ada urusan kerjaan yang mengharuskan gw seharian dengannya. Sore ketika gw lagi minjem printer di meja Sena untuk ngeprint laporan, dia berujar tiba-tiba "Mbak pake shampoo dove ya?". Jelas gw kaget dong, itu kan udah sore.. rambut gw udah kenap asap, kebakar matahari, tapi Sena masih bisa nebak dengan tepat merk shampoo yang gw pake dari wanginya. It means my hair was still sweet smelling :D
Kali kedua, sepulang kerja gw nongkrong sama temen yang ngumpul sama temen-temennya yang nggak gw kenal. Saat itu temennya temen yang bahkan nggak gw tau namanya karena baru sekali ketemu tiba-tiba bergumam, "Ada yang pake shampoo dove nih!". Temen gw ngeh, "Apa lu bilang?" tanyanya setelah denger temennya bergumam pelan. "Ada yang pake shampoo dove deket kita. Gw langsung inget kejadian waktu sama Sena, ketika itu temen gw berkata sambil tertawa "Ngaco lu, tiba-tiba ngomongin shampoo!". Gw yang merasa pake spontan ngaku, "Gw yang pake shampoo dove!". Semua keheranan, termasuk gw sendiri. Walaupun ini kedua kalinya tapi tetep aja gw ga habis pikir. Kali kedua ini rambut gw bukan cuma kena polusi udara dan kebakar matahari, tapi juga asap rokok yang penuh mengepul di tempat nongkrong kami.. tapi wangi shampoonya masih aja bisa kecium.
Apa iya shampoo dove sewangi itu?
Coba aja maksud hati juga semudah itu ditebaknya. Nggak seperti yang dibilang di buku 'Men are from Mars and women are from Venus' bahwa pria nggak bisa baca apa maunya cewek. Nggak akan ada lagi perpisahan pasangan gara-gara miss komunikasi.
Indahnya dunia.
Langganan:
Postingan (Atom)